KCB @negeri sakura Hamamatsu part 1

Cinta emang begitu indah………..^_^
kandang jadi taman
penjara jadi istana
setan menjadi nabi
iblis jadi malaikat
……………………..

..
Pagi yang cerah diselimuti angin yang semilir sejuk, udara yang paling ideal di musim semi. Berayun kaki ini menuju eki, saya berangkat dari Osaka bersama 5 sahabat. Sampai nagoya saya sempatkan mampir ke Rumah Allah dan melaksanakan sholat maghrib berjama`ah. Selesai sholat melanjutkan perjalanan ke Hamamatsu. Karena sudah agak kemalaman bus yang mengantar ke masjid Hamamatsu habis. Akhirnya naek bus jurusan laen namun agak jauh dari masjid dan tidak sampai:-D, akhirnya telphon ustadz Bambang yang biasa ngisi KOJUM IPTIJ untuk menjemput. Dan sampai di rumah Allah (Cerita disingkat dan disensor karena ada salah kereta,salah turun dll, ”malu mode on”)

Setelah sarapan special di masjid hamamatsu semua panitia yang mabit sempat breafing sebentar dan siap-siap berangkat menuju lokasi acara.

Acara dihamamatsu dimulai dari jam 10 pagi(lebih dikit). Setelah semua sambutan-sambutan dari berbagai pihak acarapun di mulai dengan pengantar dari ustadz Habiburohman El Shirazy Lc.
Selesai salam dan muqodimah ustadz mengawali dengan mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah menjadi fasilitator dalam perjalanan dakwahnya ke negeri sakura.

”Siapa yang tidak bisa berterimakasih kepada sesama maka orang itu tidak bisa bersyukur kepada Allah SWT.aamiin.. ” terang kang abik

Kang abikpun sempat membacakan sebuah hadist yang menerangkan
”Barang siapa yang menampaki sebuah jalan menuju ilmu maka akan dimudahkan menuju Jannah”
Ada canda yang dilontarkan kang abik. ”Kalau kemarin saya kesini naik pesawat dari indonesia,begitu juga para peserta yang datang kesini dengan niat mencari ilmu dan rido Allah, maka nanti kesurga ”Weeezzz” kayak naik pesawat masuk surganya , cepat” sambutan tawa dan gerrr oleh semua peserta.

Jadi kita harus meluruskan niat. ”Sayapun menulis KCB dan novel2 laen niatan hanya dakwah untuk cari ridhoNya” tambah kang abik
Kang abikpun sempat menyampaikan latar belakang kenapa memakai sastra sebagai sarana dakwahnya.
1. Menyampaikan Islam kepada dunia
2. Menyampaikan keindahan Islam melalui indahnya sastra. ”Kalau kebanyakan sastra hanya berfungsi menghibur sebagai fungsi dasar, maka dengan novel-novel saya tidak sekedar menghibur namun bernuansa dakah”terang kang abik.
Karena Islam itu romantis dan penuh kasih sayang, jadi jangan ditutupi keindahan islam itu.
”Sebelum kita lanjutkan saya mau tanya”
Siapa yang mau dicintai?
Siapa yang mau mencintai?”
Tanya ustadz.
Para pesertapun hampir semua mengacungkan jari.
Sudah bisa dipastikan jawaban nya butuh. Jadi cinta itu emang suatu kebutuhan. Bukan sekedar kebutuhan sekunder tapi kebutuhan primer setelah makan. Dalam bahasa arab kebutuhan primer setelah makan adalah al huq (cinta).
Banyak yang menanyakan kenapa kang abik dengan novel cinta jalur dakwahnya.beliaupun menjelaskan
”Dakwah itu harus disampaikan sesuai dengan bahasa kaumnya. Orang Indonesia (terutama ibu-ibu )sukanya nonton sinetron yang ada cinta-cintanya” terang kang abik.
Maka inilah jalan kang abik yang diambil. Dengan tidak keluar dari koridor syar`i.
Misal dalam KCB saat azzam mau diberi hadiah french kiss dari Eliana,maka azzampun menolak dan bilang ”bukan hadiah namun musibah”
Karena di Perancis ciuman adalah hal yang biasa,di kereta di tempat-tempat umum ciuman disana adalah hal yang biasa, maka jangan ke perancis kalau belum nikah ”canda kang abik , pesertapun serempak ”gerr”dengan tawanya.
Selain itu ada nilai islami juga dari kisah hidup azzam dalam film KCB, ketika ayahnya meninggal. Pilihan pertama: tetap konsentrasi menyelesaikan kuliah dan tanpa peduli dengan kehidupan adik-adiknya,ibunya , kedua harus sambil kerja dan tetap kuliah , ini pilihan yang berat dan bakalan mundur waktu studinya. Dan pilihan kedua inilah pilihan seorang muslim seharusnya penuh tanggung jawab terhadap keluarga walau harus mengambil resiko terhadap kuliahnya.
Setelah itu kang abik cerita tentang filmnya
”Film KCB adalah satu-satunya film di Indonesia yang pertama kali tidak ada potongan sensor sedikitpun”tambah kang Abik.

Sebelum film ini ditayangkan di layar lebar. Film ini sudah disaksikan terlebih dahulu dihadapan para MUI. Dan MUI menyatakan tidak ada masalah dalam pengangkatan hadist maupun kaidah-kaidah laen. ”Dan bahkan film KCB inipun sempat akan dikasih sertifikat halal, film dengan label halal pertama kali di dunia dan menjadi film percontohan”canda kang abik yang disambut ”geer” tawa ratusan peserta
Tausyah pengantar ustadz memang Cuma 30 menit, kemudian dilanjut dengan nonton KCB 1 ,

Disela-sela obrolan santai dengan kang abik ada beberapa hal yang sempat saya lontarkan. Kapan film terbarunya akan muncul lagi ustadz. Jawab beliau ”sebentar lagi insyaAllah” jawaban singkat yang biasa beliau sampaikan. ”Untuk Lanjutan Ketika cinta bertasbih insyaAllah ramadhan tahun ini yang akan disinetronkan disalah satu stasiun TV Nasional”lanjut terang beliau.
”jadi nanti setelah azzam nikah dengan Ana bagaimana?” sedikit kisi-kisi beliau.
”ooo gitu tadz..subhanallah ditunggu tadz sudah ga sabar pengen nonton” komentarku
”trus judulnya apa tadz?” apa KCB 3” lanjutku memburu film^_^.
”mungkin bisa saja, namun belum diputuskan” tambah kang abik.

kang abik”film Dalam mihrab cinta ditunggu aja”.
”trus pudarnya pesona cleopatra kapan tadz?” tanyaku lagi
” ya satu-satu dulu donk” dengan logat jawanya yang ”medok” jawab beliau. ”Iya tadz dah ga sabar mau nonton”membela diri ….”nyengir mode on”:-D.
Setelah beberapa menit ngobrol beliaupun minta disiapkan meja
”tolong siapkan meja saya mau nulis”minta kang abik kepada panitia.
Di sela-sela acara beliau menyelesaikan skenario ke 12 dalam KCB 3. rencana ada 52 sinetron.
Dalam sesi 2 setelah menonton film KCB 1 ,presentasi IPTIJ,dompet kenshusei dan KCB 2 kang abik kembali naik panggung.
Dalam sesi 2 lebih banyak interaktif tanya jawab dari peserta. Banyak pertanyaan yang tidak bisa tersampaikan karena waktu yang terbatas.
Pertanyaan yang sempat terlontarkan.
”Ustadz dalam KCB 1 azzam terpesona saat melihat eliana, nah islam bagaimana mengatur hal ini, bukankan kita harus menundukkan pandangan?”tanya salah satu peserta
Dalam islam diterangkan bahwa memandang wanita pandangan pertama tidak masalah, yang masalah dan musibah setelah pandangan kedua dan selanjutnya yang diikuti nafsu. Saat sahabat bersama rosulpun sempat memandang wanita ,kemudian rosulullah mengalihkan wajah sahabat tadi.
Kalau Azzam nunduk terus jaga pandangan , ”Gak jadi Film!!” sambil ketawa dan disambut ger peserta.
masih ada beberapa pertanyaan ditunggu aja note berikutnya…………insyaAllah

bersambung……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: