indahnya “perjuangan”

Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam special untuk sahabat-sahabat ku yang setia membaca catatan bisu ini. Hampir sebulan aku tak menorehkan setitik pun di blog ini. Entah kenapa mau menulis ada saja sesuatu yang belum mengjinkan, Semoga mulai hari ini akan kembali saya torehkan sesuatu yang bisa saya ambil hikmahnya.amin

emang agak sedikit sibuk hari-hari saat awal sebuah organisasi.  Saat pembentukan proker harus menemani mereka perbidang, karena emang orang baru semua dan belum punya pengalaman, harus mengarahkan satu persatu. Tapi alhamdulillah ada juga yang sudah bisa mandiri beberapa bidang.

Di ikuti kegiatan-kegiatan awal yang harus terjun sendiri karena sebagai grand opening seperti Pelatihan Buat Blog, Be Com be, dll. Terakhir kemarin ada acara DAO (Di alog antar Organisasi) se – jepang, Menyiapkan materi presentasi juga butuh waktu.

Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan baek. Tinggal malam ahad  depan dan ahad sianganya. Pelatihan Buat Blog dan Photoshop insyaAllah sekaligus membuka Korda di daerah Kansai , setelah itu mungkin agak longgar.

Namun seorang mukmin itu settingan dari Allah adalah orang sibuk. Dan serahkan amanah kepada orang yang sibuk maka akan beres, karena orang sibuk sudah biasa menyelipkan penyelesaian masalah di antara kesibukkan yang laen, Maka dipastikan akan segera selesai, karena mereka berprinsip “tiada hari esok” harus segera diselesaikan.

Sedangkan amanah kalau diberikan ke orang yang tidak sibuk, maka dia akan mengatakan”masih ada besok,besok,besok, tidur dulu akh, maen game dulu ah, leyeh2 dulu ah2 dan laennya sampai waktu habis amanah tidak akan selesai.

Sahabat mari kita bercermin kepada Abu bakar as shidiq, seorang khalifah , seorang presiden, namun semua amalan dikerjakan dari silaturohim,menjenguk orang sakit, bersedah,takziah, dan aktivitas laen semua bisa dikerjakan, sedang kita cuma sedikit amanah saja kadang sudah mengeluh.

Waktu kita sama 24 jam, namun kita berbeda memaknainya. berbeda hasil yang kita hasilkan.

ada sebuah kisah nyata saat ini dinegeri kita tercinta. Seorang akhwat menjadi Anggota Legislatif alias DPR, ya seorang akhwat, ibu rumah tangga, ibu dari anak-anak yang banyak, seorang istri dan amanah di DPR, perhari bisa tilawah 3 juzz ya 3 juzz bukan 3 ayat, bisa dibayangkan bagaimana manajemen waktunya? sedang kita yang amanahnya tidak ada seberapanya dengan beliau berapa lembar yang mampu kita baca?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: