NikmatMu begitu besar

Banyak orang saat  diuji dengan sakit,musibah atau hal yang menyedihkan bisa kuat dan bisa mendekat dengan Allah, namun saat diuji dengan nikmat sukses,harta, istri dan anak banyak yang terlena dan lupa. Banyak yang terpental dari rasa syukur dan semakin menjauh dari Allah, Semoga pembaca budiman tidak termasuk golongan itu, semoga ujian musibah maupun kenikmatan dunia ini tidak sedikitpun menggoyahkan keimanan kita, tidak sedikitpun menggeser kegigihan kita untuk senantiasa mendekat kepada Rabb pemegang kendali alama semesta ini.

Rabu 23 Desember 2009 , saat kerja  tinggal 1 jam perut ini memberontak tak karuang, rupa-rupanya nikmat lamaku kembali datang menjemput. Alhamdulillah bisa sampai selesai, tapi ternyata ada lembur karena pekerjaan lagi rame. ya Allah Engkau Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambaNya, di saat hamba minta untuk segera pulang e malah lembur, tapi Engkau selalu memberi yang hamba butuhkan, dengan istighfar kepadaMu rasa sakit tidak terlalu berasa. Alhamdulillah bisa sampai selesai.

Sampai rumah seperti biasa, sholat masak trus makan, biasanya langsung ngenet, namun karena perut ga karuan langsung tidak bergerak di atas pulau kapuk. Sambil merasakan indahnya sakit yang menari-nari di pusar perut ku coba terus beristighfar, sahabat sebelahpun tak mau tahu, walau rintihan semakin kukeraskan , biasanya emang kalau sudah di depan komputer sahabatku ga berkutik. Ku coba tuk minta bantuan membelikan madu, cos maduku habis tapi jawaban merdu keluar “kalau ke supa ya” padahal ke supanya entah besok atau minggu depan, namun emang tidak perlu disalahkan , mungkin inilah bentuk kasih sayang Allah , yang ingin menolong sendiri tanpa lantaran tangan manusia.

Rasanya hanya satu  itu , dengan perut yang ga karuan, bergerakpun sangat sulit, ya hanya satu rasa dan mintaku ya Allah “aku ingin pulang”  Sakitnya kayak gini apalagi saat sakaratul maut nanti ya Allah kuatkanlah hamba saat sakaratul maut nanti. Saat-saat seperti ini pasti sentuhan lembut dan penuh cinta dari bunda pasti selalu menemaniku. Nikmat sakit adalah hal yang biasa bagi saya, kayak langganan dulu , saya sering sakit-sakitan, dengan sentuhan cinta dari bunda sakitpun segera kabur,

Ku ingin segera merasakan sentuhan cinta itu, mungkin bukan ibu lagi namun bidadari yang akan mendampingi di dunia dan akherat kelak.amin ya Rabb. Itu juga sempat terlintas dalam benakku “seandai saya sudah punya,” aku ga akan seperti ini, menikmati gunjangan perut sendiri sepi”. Ibu sudah terlalu banyak melimpahkan cintanya kepada anak yang belum bisa membalas sedikitpun ini.

Alhamdulillah pagi hari agak mendingan setelah shubuh kucoba paksa masak dan makan, setelah itu kembali  ke singgasana yang selalu menemaniku setiap malam. Allah memang Maha Tahu, pas hari itu hari rabu adalah tanggal merah, Subhanallah.

Setelah beristirahat seharian akhirnya hari berikutnya kupaksakan untuk bekerja karena mau liburan jadi sulit untuk cuti. Hari itu “Menikmati sakit dengan bekerja”

Ya Allah ku ingin segera mengakhiri cerita ini. Cerita saat di negeri orang dan saat-saat sendiri bersama selimut. Ku ingin segera menuju “itu” ya Rabb.

Sebetulnya sakit perutku ini sudah lama sejak hamba di Indonesia, sering nikmat ini datang menjemput, namun hanya di obati, di suntik ke dokter sembuh dan selesai, tanpa di chek up lebih lanjut.

Saya sangat yakin, sakit ini menjadi penggugur dosa hamba.amin …Odaijini onaka:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: