“Khairunnas anfa’uhum linnas”

Hari ini sejak pagi saya berusaha menyelesaikan amanahku untuk membuat sebuah sarana dakwah iptij, dan alhamdulillah sampai sore kelar juga.  Di sela-sela waktu kadang saya isi dengan chating dan facebook, lihat berita  n ngobrol ama teman yang kebetulan maen ke tempatku.  Terkadang ada yang beli pulsa saya layani juga. Kebetulan saya jual pulsa dimana keuntungan untuk  menambah dana kegiatan dakwah dan beasiswa anak-anak dhuafa di Indonesia .

Saat chating dengan salah satu sahabat  kirim message sebuah link dari blog dia. Ternyata isinya serita tentang kita. Ternyata tanpa kusadari saya orangnya kelihatan sombong saat pertama ketemu dengan sahabat ini(Itu perkiraan dia sebelumnya), tapi insyaAllah prasangka itu sudah hilang seiring bertambahnya waktu dan kita saling mengenal. Apa benar sih saya tampang kelihatan sombong? cerita lengkapnya silahkan di lihat di sini

Tapi saya  sangat bersyukur justru dari cerita itulah saya bisa instropeksi diri, untuk lebih kelihatan welcome kepada siapa saja saat ketemu pertama maupun selanjutnya. Karena sesungguhnya hidup ini , jiwa raga ini adalah milik umat bukan milik kita secara pribadi “Khairunnas anfa’uhum linnas” “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain. Tidak sepantasnya seorang mu`min mempunyai sifat egois, karena dunia adalah tempat singgah sementara, dan kehidupan sesungguhnya nanti adalah di akheratnya, dan semoga Jannah adalah tempat kita bersemayam selamanya.amin

Kalau dunia yang serba menipu ini kita utamakan, maka terlalu naif bagi kita. Apa bedanya dengan mereka yang selalu membanggakan dunia, selalu menuruti hawa nafsu setan.  Mengira dunia adalah miliknya, dan tidak mempedulikan kehidupan sesungguhnya di akherat kelak. Dunia ini diberikan kepada mereka dengan mudahnya, karena emang dunia  tiada artinya, bagaikan comberan, karena itu Allah memberikan percuma saja kepada mereka, namun sekali-kali tidak akan menikmati kenikmatan surga bagi mereka yang wahn(cinta dunia dan takut mati)

Tiada kebahagian di dunia ini selain berdakwah di jalan Allah, kebahagian yang kita impikan dan diimpikan setiap orang  harus dinikmati oleh saudara-saudara kita di manapun berada maka dakwah adalah sarana untuk bersama-sama menuju surganya. Sahabat mari senantiasa setiap detik kita bagikan kebahagian ini untuk saudara-saudara kita. Semoga kita adalah sahabat bagi siapapun bukan menjadi musuh. Katakan pada hati kita”Aku adalah sahabat setiap orang,  maka aku harus bermanfaat kepada mereka” “Khairunnas anfa’uhum linnas”

3 responses to this post.

  1. Jazakallah akhi, ana tersentuh sekali dengan tulisan antum.

  2. waiyyaka akhi, semoga bermanfaat

  3. Posted by Bang Uddin on November 10, 2013 at 4:29 pm

    Muhammad SAW: “Khoirunnas, anfauhum linnas…”

    Einstein: “don’t try to be a man of success, try to be a man of value instead”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: