Ibu….maafkan anakmu :-)

Ibu sosok yang selalu teringat saat di dapur, saat masak-memasak. Pekerjaan rutinitas yang membosankan. Kadang juga pusing memikirkan masak, menu apa besok , menu apa hari ini, bumbunya apa yang tepat, masakkan apa yang cocok untuk hari ini. Itulah setiap hari yang selalu menylimuti pikiranku. 1 tahun 10 bulan kuhidup mandiri di Negeri Sakura. Tiap hari masak sendiri. pusing juga ;)).   Cara setup makananpun tidak tahu. Asal bahan dan bumbu seadanya masuk  jadi deh.

Teringat dulu ketika masih di rumah sebelum ku merantau ke solo mencari ilmu. Ketika disuruh bantu ibu untuk memasak saya selalu bilang “nanti tuman saya bantu terus” itu  alasan yang saya gunakan  ketika mau diajari ibu masak memasak saya selalu ga mau, kan udah ada ibu,kakak, kalau nanti nikah sudah ada istri (Pikirku dalam hati) saya hanya bantu yang kecil-kecil aja misal kupas bawah, iris cabe. Setup masakan langsung ga pernah. Itu sebabnya saya ga bisa masak:-D. Tapi ketika tuntutan datang akhirnya saya belajar by doing. Ketika Liqo ke rumah teman pasti kan masakkannya komplet pasti tanya bagaimana caranya. Terkadang datang lebih awal untuk membantu memasak, sambil curi ilmu Sepulang dari liqo pasti langsung beli bahan-bahan yang di butuhkan kemudian mempraktekkan ilmu yang didapat. Kadang saking asyiknya beberapa hari menunya itu aja, kalau dah bosan baru ganti yang laen. Itu waktu di Nagoya dulu sekarang dah pindah dan Murobbinya sekarang ada istrinya, jadi kalau masak-memasak ga bisa tanya dech:-D. Selain itu media facebook, Chating kadang saya gunakan untuk mencari ilmu lewat para akhwat yang sudah biasa masak. Tapi saking kompletnya bumbu, kadang ga ada bumbunya jadi ga dipraktekkan dech:-)

Teringat Ibu, tiap hari harus memikirkan menu makanan untuk suami, anak. Bagaimana ya pikirannya pasti pusing dech. Saya yang hanya untuk diri sendiri aja dah pusing. Apalagi kalau ga ada uang pasti lebih pusing. Di sini yang ada uang  dan hanya untuk diri sendiri dah pusing dan mudah bosan;)). Dua jempol deh buat ibu, dan para istri , salut dan hebat dech untukmu. kesabaran dan kelapangan pikiranmu yang luar biasa, dan terkadang masih harus memikirkan hal yang laen. Mikir masalah masak, dan kehidupan rumah, pendidikan anak mungkin sudah repot, kadang masih ada yang harus bekerja di luar rumah. Salut pokoknya untuk kaum ummahat🙂. Sesungguhnya tugas seorang istri itu memang lebih fokus mengurus kehidupan di rumah:-)  bukan bekerja di luar rumah. Namun segala sesuatu pasti ada pertimbangannya semua tidak bisa disamakan dalam segala kondisi. Semoga  pilihan itu adalah yang terbaik untuk semuanya.amin

3 responses to this post.

  1. Posted by Anonymous on May 24, 2010 at 12:35 pm

    Salut dg tulisannya maka hargailah ibumu jangan sampe kau buat menangis.

  2. hai , insyaAllah semoga lebih berbakti kepada ibu ^_^

  3. Posted by cucu on September 13, 2011 at 12:50 pm

    klu aku….
    Mungkin aku org yg kurang akrab dg ibu blakangan ini.alnya semenjak masalah2 beda pendapat.mohon doanya agar d beri kemudahan.amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: