Jenis-jenis air

wudhu“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, …”.(Al-Maidah:6)

Sesuai perintah tersebut tidak akan sah sholat kita kalau tidak dalam keadaan suci(punya wudhu) namun kita terkadang tidak memperhatikan air yang bisa mencusikan diri. Terkadang kita asal ada air . mari kita kembali mengingat memory kita yang dulu ketika SD ataupun masa TPA mendapatkan pelajaran tentang ini.

Bersuci adalah membersikan diri, Pakaian dan tempat dari segala hadas dan najis. Untuk bersuci dari hadas haruslah melakukan Wudhu, Mandi wajib atau Tayammum. Sedangkan agar suci dari najis haruslah menghilangkan kotoran yang ada di badan, pakaian dan tempat yang bersangkutan.

Perintah bersuci ini tersurat pada bagian akhir ayat 222 dari surat Al-Baqarah yang artinya :”sesungguhnya Allah SWT menyukai orang – orang yang bertaubat dan orang – orang yang mensucikan diri.“.

Air yang dapat dipakai bersuci adalah air bersih dari laut atau air yang keluar dari bumi dan belum dipakai, yaitu air sumur, air sungai, air telaga, air hujan, air embun dan air salju. Ditinjau dari hukumnya, air dibagi menjadi empat :

1.Air Mutlak, yaitu air suci yang dapat dipakai mensucikan, karena belum berubah sifat (warna, rasa dan bau) nya.

2.Air Musyammas, yaitu air suci yang dapat dipakai mensucikan, namun makruh digunakan. Misalnya air bertempat dilogam yang bukan emas, karena terkena panas matahari.

3.Air Musta’mal, yaitu air suci tetapi tidak dapat dipakai untuk mensucikan karena sudah dipakai untuk bersuci, meskipun air tersebut tidak berubah warna, rasa dan baunya

4.Air Mutanajis, yaitu air yang terkena najis, dan jumlahnya kurang dari dua kullah (216 liter). Karenanya air tersebut tidak suci, dan tidak dapat dipakai mensucikan. Akan tetapi jika lebih dari dua kullah serta tidak berubah warna, rasa dan baunya, maka bisa digunakan untuk bersuci.

Ada satu macam air lagi yang suci dan dapat digunakan untuk mensucikan, namun haram dipakai yaitu air yang diperoleh dengan cara ghasab (yakni mengambil tanpa ijin pemiliknya atau mencuri)

About these ads

One response to this post.

  1. Posted by iffo on December 4, 2009 at 3:37 pm

    untuk air musta’mal, mohon ditambahkan; jika kurang dari 2 kullah. karena jika mencapai 2 kullah atau lebih, kita boleh berwudhu langsung mencelupkan anggota badan. mungkin sebaiknya pengertian mutanajis dari kata ” akan tetapi jika lebih…” dipindahkan saja ke bagian musta’mal.

    sebenarnya perihal musta’mal dan mutanajis banyak yang perlu dibuka dan dijelaskan. namun pengertian yang telah ditulis ini sudah cukup dan umum untuk diketahui.

    wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: